Stacia A. Elgina K. M.
Phebe Valencia, S.E., S.Sn., M.A.

Desain Interior
Universitas Pelita Harapan

Populasi manusia yang terus melonjak tinggi sehingga kebutuhan akan sumber daya alam yang terus meningkat sedangkan sumber daya alam sendiri yang semakin terbatas menyebabkan keserakahan dan timbulnya ketidakpedulian manusia akan alam serta perputaran ekosistem yang tidak seimbang. Isu waste energy menjadi sangat penting untuk diperhatikan saat ini. Dari generasi ke generasi harus diterapkan bu- daya agar bisa merawat bumi menjadi lebih baik lagi. Dalam era sekarang, kaum yang paling ber- peran adalah kaum milenial (kelahiran 1980 sampai 2000 (DeVaney, 2015:11)) karena populasi mereka adalah yang kedua terbesar setelah generasi Z. Oleh karena itu, gerakan ini dimulai dari kaum milenial kemudian memengaruhi kaum generasi X dan Z (Antara, 2021). Melalui program dan aktivitas mereka sehari-hari maka bisa muncul sebuah gerakan yang bisa mengurangi isu waste energy. Salah satu gerakan yaitu Tiny House. Tiny House sangat cocok dengan generasi milenial yang ingin mempunyai rumah tinggal sendiri namun dengan budget yang belum mencukupi. Sebagai generasi yang dikenal dengan hal-hal instan dan serba cepat, maka generasi milenial tidak bisa lepas dari dunia teknologi karena melaluinya mereka bisa terus berkembang. Di sisi lain sekarang manusia harus beradaptasi dengan dunia yang semakin berkembang, namun dengan kondisi bumi yang semakin “rusak” maka melalui sistem teknologi berkelanjutan ini menjadikan Tiny House ini sebagai tempat yang ramah lingkungan, fungsional, dan memberikan kenyamanan tersendiri bagi para kaum milenial yang ingin membawa dunia menjadi tempat yang terus bertumbuh ke arah yang lebih baik.

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.